Lampung Geh, Bandar Lampung – Persatuan Pedagang Kaki Lima (PPKL) di Jalan Bukit Tinggi Pasar Bambu Kuning menolak relokasi. Alasannya, di tempat yang baru bakal sepi pembeli, Rabu (17/11).
Sebelumnya diberitakan, sekelompok pedagang menggelar aksi di Jalan Bukit Tinggi Bandar Lampung menolak relokasi ke lantai 2 dan 3 gedung pasar Bambu Kuning.

Salah satu PKL di Jalan Bukit Tinggi, David mengatakan, bahwa pedagang yang menggelar aksi adalah korban dari lantai 2 dan 3 Pasar Bambu Kuning.
“Yang pasti pedagang ini menolak dipindahkan ke lantai 2 pasar Bambu Kuning. Ini korban dari lantai 2, karena pengunjung tidak ada dan beban sewa kios, kalau nunggak tiga bulan langsung digembok. Sewanya beda-beda, ada yang Rp 200 ribu lebih. Kalau tidak dibayar nanti ditarik lagi sama pengembang, terus dialihkan sama yang mau beli lagi, dan kami ini korbannya,” jelasnya.
Pihaknya menolak untuk direlokasi karena pasti akan terulang lagi hal yang sama. “Kami tidak mau masuk lagi ke dalam, karena pasti terulang kembali. Udah pasti sepi pembeli, fasilitasnya juga bisa dilihat sendiri seperti itu,” katanya.
Sementara itu, Ketua PPKL Bambu Kuning Ardiansyah meminta agar pemerintah kota memperhatikan pedagang, terutama di tengah pandemi COVID-19. “Selama 2 tahun lebih ini kami sangat kesulitan. Berdagang di bawah ini saja masih kesulitan, utuk cari pelaris saja susah,” katanya.
“Apalagi pemkot memindahkan kami ke Lantai 2 dan 3 Pasar Bambu Kuning. Tolonglah pemkot pikirkan nasib kami dan nasib anak-anak kami, dari sinilah tempat kami mencari rezeki itu,” lanjutnya.
Pihaknya meminta agar lapak-lapak PKL dirapikan saja, tanpa digusur atau direlokasi. “Oke kalau dianggap kumuh, kita siap untuk dirapikan. Kita senang kalau ada penataan, tapi jangan juga kita dikorbankan, bantulah kami yang kecil ini,” katanya. (*)






















Discussion about this post