Lampung Geh, Bandar Lampung – Balita berumur 19 bulan tertabrak Kereta Api (KA) Babaranjang di perlintasan KA Dusun Srimulyo II Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Rabu (17/11).
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB yang melibatkan KA Babaranjang yang melaju dari arah Tanjung Karang menuju Kotabumi.
Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Jaka Jakarsih mengatakan, balita berumur 19 bulan tersebut dikabarkan meninggal di tempat setelah tertabrak kereta. Kedua orang tuanya merupakan warga Kecamatan Natar.
“Kereta api berjalan langsung arah dari Tanjung Karang menuju Kotabumi, masinis membunyikan s35 (klakson lokomotif) dengan keras saat masuk di jalur 2 stasiun Gedungratu,” kata Jaka.
Tiba-tiba korban yang masih balita merangkak di atas jalur kereta api kemudian tertemper kereta Babaranjang. Sehingga mengakibatkan balita meninggal dunia di tempat.
“Selanjutnya, korban dievakuasi oleh warga setempat lalu dibawa ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung,” kata Jaka.
Di samping itu, pihak PT KAI mengungkapkan turut berduka cita atas insiden tersebut. Ia turut mengimbau supaya orang tua dapat melakukan pengawasan terhadap anak di areal perlintasan kereta api.
“KAI menyampaikan turun prihatin dan berduka atas kejadian tersebut, semestinya bayi seumuran tersebut berada dalam pengawasan orang tuanya atau pengasuhnya,” tutupnya. (*)






















Discussion about this post