Lampung Geh, Bandar Lampung – Rekayasa lalu lintas akan diterapkan selama gelaran bazar UMKM yang berlokasi di Taman Wisata Kuliner Ir Soekarno, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandar Lampung, Selasa (26/10).

Sebelumnya, wali kota beserta Forkopimda Bandar Lampung menggelar rapat persiapan bazar UMKM di Taman Ir Soekarno yang akan dimulai pada 30 Oktober 2021, dari pukul 06.00-11.00 WIB. Selain itu, Taman Ir Soekarno yang menjadi lokasi bazar juga akan diresmikan pada tanggal 28 Oktober 2021.
“Sesuai arahan dari pemerintah pusat, forkopimda juga harus dilibatkan supaya pelaksanaannya aman, dan mudah-mudahan berjalan lancar,” ujar Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.
Eva mengatakan, peresmian Taman Ir Soekarno juga akan dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri berserta Puan Maharani secara virtual.
Guna mendukung lancarnya bazar UMKM, rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan di beberapa titik. Demikian diungkapkan Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung Socrad Pringgadanu.
“Tentunya kita pastikan tidak ada kendaraan yang melintas selama kegiatan berlangsung di Jalan Gatot Subroto. Hal ini juga sudah kita beritahukan, terutama untuk beberapa kendaraan besar seperti Pertamina agar tidak melintas Jalan Gatot Subroto mulai pukul 05.30-11.00 WIB,” katanya.
Rekayasanya lalu lintas dilakukan mulai dari Lampu Merah Satelit (bawah fly over) dialihkan ke arah Stadion Pahoman, serta dari Jalan Yos Sudarso ke Jalan Gatot Subroto dialihkan melalui Jalan Perintis Kemerdekaan.
Terkait jumlah personil yang akan dikerahkan, lanjut Socrad, melihat situasi dan kondisi di lokasi. “Kita bersama personil Satlantas Polresta Bandar Lampung, juga akan berjaga di setiap titik penyekatan. Jadi selain ada portal juga ada personil yang berjaga,” lanjutnya.
Dari sisi pengamanan, Pol PP juga akan dikerahkan untuk mengawal jalannya kegiatan bazar UMKM di Jalan Gatot Subroto. Kepala Badan Pol-PP Bandar Lampung Suhardi Syamsi mengatakan, sebanyak 2 pleton akan dikerahkan di lokasi bazar UMKM.
“Ada 2 pleton atau setara dengan 60 orang kita kerahkan di lokasi bazar UMKM. Dan meteka ini tidak statis, artinya situasional saja sesuai kondisi di lapangan, bersama dengan personil lainnya,” katanya. (*)






















Discussion about this post