
Lampung Geh, Bandar Lampung – Dibalik kelulusan anak ojek online (ojol) Adz Rizqi menjadi bintara Polri, ada sosok anggota polisi yang mendampingi selama proses seleksi.
Anggota polisi itu bernama Ahmad Saidi (52), ia berpangkat Inspektur Satu (Iptu) yang berdinas sebagai Kanit Ranmor Polresta Bandar Lampung.
Saat ditemui di tempat latihan gym, Saidi sapaan akrabnya menceritakan dirinya sudah mengenal Rizqi sejak kecil.

“Saya kenal Rizqi ini sejak dia masih kecil karena orang tuanya itu kawan saya, jadi saya tahu dia sejak sebelum disunat, hingga akhirnya Rizqi Lulus SMK,” katanya kepada Lampung Geh, Selasa (25/7).
Setelah lulus SMK, ia pun menanyakan kepada Rizqi apakah mau mendaftar menjadi polisi. Namun, Rizqi menolak tawaran tersebut dengan alasan hendak merantau ke Jakarta bekerja di pabrik.
“Dia awalnya enggak mau jadi polisi, jadi tentara enggak mau juga, maunya kerja di pabrik merantau ke Jakarta. Lalu dia diajak ayahnya main ke rumah saya, pas saya tawarin jadi satpam langsung mau,” jelasnya.
Kemudian, Saidi pun mengajak Rizqi untuk latihan penguatan fisik secara rutin agar daya tubuhnya kuat, hingga akhirnya fisik Rizqi mulai terbentuk.
“Setelah latihan rutin, saya lihat fisiknya mulai terbentuk, yang awalnya enggak bisa renang sampai akhirnya bisa. Lalu saya motivasi dia bilang coba daftar polisi, akhirnya dia mau daftar,” ungkapnya.
Saidi pun mengungkapkan, dia tidak hanya melatih Rizqi, menurutnya dirinya banyak mendampingi latihan fisik para pemuda yang ingin daftar TNI/Polri.
“Udah cukup lama, selain Rizqi ada beberapa orang lagi yang udah duluan jadi polisi, ada juga kemarin yang jadi TNI. Ini ada yang persiapan mau daftar Akpol juga,” tuturnya.
Saidi mengaku tidak memiliki alasan khusus saat mendampingi dan melatih para pemuda tersebut. Menurut Saidi, ia hanya mencari teman untuk menyalurkan hobinya dalam olahraga.
“Awalnya ada anak temen yang latihan sendiri, jadi saya ajak latihan bareng sekalian dibimbing. Sebenarnya olahraga itu wajib untuk menjaga ketahanan, karena kebetulan saya bagian di operasional yang berhadapan langsung dengan penjahat, maka harus wajib punya ketahanan fisik yang bagus,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Saidi motivasi ia membimbing para pemuda tersebut untuk mematahkan asumsi publik bahwa masuk polisi harus menggunakan uang.
“Jadi kalau mau bercita-cita ke sana (polisi/TNI), jangan berpikir kalo ada uang baru bisa lulus. Ini buktinya ada yang bisa lulus tanpa uang, yang penting tanamkan nilai-nilai yang baik, latihan dengan tekun dan belajar dengan baik,” pungkasnya. (Yul/Put)






















Discussion about this post