Lampung Geh, Bandar Lampung – Penumpukan antrean masyarakat yang akan melakukan vaksinasi terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Kamis (12/8).
Penumpukan ini dikhawatirkan dapat menimbulkan kluster baru COVID-19. Oleh karena itu, aparat kepolisian setempat membubarkan penumpukan antrean supaya tertib.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Ino Harianto mengungkapkan, penertiban ini supaya masyarakat yang akan melakukan vaksin tahap I dan II jadi lebih tertib.

“Jangan sampai masyarakat yang sudah di vaksin, pulangnya justru membawa virus,” ujarnya.
Namun, adanya penertiban ini pelaksanaan vaksin di RSUDAM tetap dilanjutkan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Jadi ini kami atur, tertibkan agar jaga jarak supaya masyarakat sehat. Mereka datang divaksin artinya mereka ingin sehat,” katanya.
“Nanti akan dikomunikasikan kembali, apabila hendak melaksanakan vaksin agar ada tim satgas yang bertugas menertibkan,” Imbuh Ino.
Menurut Ino, pada pelaksanaan vaksinasi hari ini kurang tertib. Sehingga, jajaran Polresta Bandar Lampung melakukan penertiban langsung.
“Kami datang untuk menertibkan. Karena jauh-jauh hari memang tidak diinformasikan kepada masyarakat bahwa sistem pendaftarannya online dan jumlah dibatasi per hari. Sehingga terjadi kerumunan,” ungkap Ino.
Salah satu warga yang akan vaksinasi, Melky (29), mengaku kecewa dengan pelayanan vaksin di RSUDAM. Lantaran ia sudah mendaftar secara online, tapi ditolak karena kendala teknis.
“Saya sudah daftar (online), jadwal dan lokasinya hari ini di sini. Tapi tidak bisa ikut karena kata petugasnya di surat pendaftaran yang saya cetak tidak ada logo rumah sakit,” ungkapnya.
“Mana antre sudah lama, rame, ujungnya nggak bisa cuma karena nggak ada logo rumah sakitnya,” kata Melky. (*)






















Discussion about this post