
Lampung Geh, Bandar Lampung – Seorang remaja berusia 16 tahun berinisial RPD meninggal dunia usai diduga dikeroyok oleh sejumlah kelompok pemuda.
Peristiwa nahas yang dialami korban itu terjadi pada Minggu (5/11) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB di dekat kafe Papa Toms di Jalan Kimaja, Kelurahan Perumnas Way Halim, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa dugaan penganiayaan ini berawal saat korban yang masih berstatus pelajar itu berencana menonton balap liar di Jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung bersama rekannya berinisial R.
Namun saat itu aksi balap liar dibubarkan oleh polisi. Korban bersama rekannya R yang berboncengan menggunakan sepeda motor akhirnya pulang.
Saat melintas di Jalan Kimaja, tiba-tiba korban dan rekannya dilempar dengan besi panjang oleh terduga pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Korban bersama rekannya itu terjatuh, korban pun langsung dipukuli oleh terduga pelaku, sementara rekannya berhasil melarikan diri, dan tak lama pihak kepolisian datang ke lokasi kejadian.
Korban RPD meninggal dunia setelah mengalami luka berat pada bagian kepala, kaki kanan patah, dan luka pada kedua kakinya.

Sementara di lokasi kejadian, polisi juga menemukan barang bukti berupa 4 batang besi ukuran 1,5 meter, 1 batang bambu, pecahan tameng sepeda motor Vario warna merah hitam dan 1 unit sepeda motor Honda Vario warna merah tanpa pelat.
Dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, Kapolsek Sukarame, Kompol Warsito mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Masih diselidiki. Tim masih di lapangan,” kata Kompol Warsito.
Sementara Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah Astutik saat dikonfirmasi terkait kronologi peristiwa tersebut juga meminta awak media untuk menunggu informasi lebih lanjut.
“Mohon waktu ya,” singkatnya.
Di sisi lain, berdasarkan video amatir yang diterima Lampung Geh, saat peristiwa itu terjadi nampak terlihat masyarakat dan petugas kepolisian yang berada di lokasi kejadian.
Dari beberapa foto yang diterima Lampung Geh, korban berinisial RPD tergeletak di tengah jalan dengan kondisi bersimbah darah.(Lih/Put)






















Discussion about this post