
Lampung Geh, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menyediakan sebanyak 1.000 ton beras medium lokal yang akan dijual dalam operasi pasar di 15 kabupaten/kota di Lampung.
Beras medium lokal tani jaya tersebut nantinya dijual kepada masyarakat dengan harga eceran tertinggi (HET) yakni sebesar Rp 10.900 per kilogramnya.
Penyaluran stok beras kepada 15 kabupaten/kota di Lampung ini dilakukan langsung oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan dihadiri Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan di Gedung Bagas Raya, Bandar Lampung, pada Selasa (5/12) siang.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, operasi pasar beras medium sebanyak 1.000 ton ini dilakukan sebagai upaya menekan angka inflasi di Lampung.
“Dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik, saya berharap dapat memberikan rasa aman dan kepastian bagi setiap keluarga di Provinsi Lampung,” kata Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi.
Dia berharap operasi pasar ini bisa menjadi salah satu langkah Pemprov Lampung dalam upaya menekan harga beras di Lampung.
“Semoga langkah kita ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat Lampung,” harapnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung tumbuh di atas rata-rata nasional.
Kemudian terkait pengendalian inflasi, dia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung, karena produksi beras Provinsi Lampung surplus bahkan mampu mensuplai provinsi lainnya di Sumatera bahkan daerah-daerah lainnya.
“Kementerian Perdagangan atas permintaan Badan Pangan Nasional dan Bulog sampai harus impor beras untuk mengatasi inflasi, Lampung malah surplus dan mampu mensuplai daerah lainnya,” kata Mendag Zulhas.
Adapun rincian penyaluran operasi pasar beras medium tani jaya sebanyak 1.000 ton kepada 15 kabupaten/kota sebagai berikut :
1. Bandar Lampung sebanyak 131,5 ton,
2. Metro sebanyak 18,65 ton,
3. Lampung Tengah sebanyak 163,46 ton,
4. Lampung Timur sebanyak 122,5 ton,
5. Lampung Selatan sebanyak 117,5 ton,
6. Lampung Barat sebanyak 32,5 ton,
7. Lampung Utara sebanyak 70 ton,
8. Tulang Bawang sebanyak 46,99 ton,
9. Pringsewu sebanyak 44,51 ton,
10. Pesawaran sebanyak 53,09 ton,
11. Tanggamus sebanyak 70 ton,
12. Way Kanan sebanyak 52,42 ton,
13. Tulang Bawang Barat sebanyak 31,56 ton,
14. Mesuji sebanyak 25,36 ton,
15. Pesisir Barat sebanyak 17,96 ton. (Lih/Put)






















Discussion about this post