
Lampung Geh, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mengharapkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dapat segera mendistribusikan stok minyak goreng subsidi MinyaKita ke Lampung.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Elvira Umihanni mengatakan, kelangkaan minyak goreng subisidi MinyaKita tak hanya terjadi di Lampung, namun juga secara nasional.
“Masalahnya nasional (kelangkaan MinyaKita). Pak Mendag menyampaikan bahwa akan ada program distribusi 450 ribu ton per bulan untuk MinyaKita,” kata Kadisperindag Lampung Elvira, Rabu (8/2).

Namun dari jumlah tersebut, Elvira mengaku belum mengetahui berapa kuota yang akan di dapat untuk Lampung. Meski begitu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri terkait distribusi MinyaKita.
“Sebenernya kuotanya bukan per daerah, jadi per produsen eksportirnya itu, jadi tidak bisa ditentukan. Saya sudah sampaikan juga ke Dirjen Perdagangan Dalam Negeri untuk bisa mengecek kembali packagingnya pelaku usaha yang mengemas MinyaKita ini untuk setiap daerah,” jelasnya.
“Jadi jangan sampai ada daerah yang sudah pengemasnya hanya sedikit, kemudian distribusinya juga gak nyampe. Jadi ini memang ada yang pengemas dan ada distributor,” sambungnya.
Di Lampung, kata Elvira hanya ada dua perusahaan yang ditunjuk untuk mengemas MinyaKita.
“Kita hanya dua pengemas MinyaKita, tetapi sampai sekarang belum mengemas lagi, mudah-mudahan akhir bulan ini sudah mulai distribusi lagi,” ujarnya.
Dia pun berharap pada pertengahan bulan Februari ini stok minyak goreng MinyaKita sudah bisa didistribusikan kepada masyarakat, sehingga kelangkaan tidak terjadi kembali.
“Harapan kita ya pertengahan bulan itu MinyaKita sudah bisa dipacking dan distribusi lagi kepada masyarakat,” harapnya. (*)
Editor: Bella Sardio






















Discussion about this post